Tag Archives: wisata bandung

Pameran Karya Seni, Batik Kampung Kreatif Dago Pojok

Warga Kampung Kreatif Dago Pojok, merupakan warga kaum urban yang fluktuatif. Datang dan pergi dari berbagai daerah, suku, etnis serta bangsa, karena kampung Kreatif Dago Pojok dekat dengan tempat-tempat wisata seputar kawasan Bandung Utara. Sedangkan warga asli yang berdomisili tetap dan sudah secara turun temurun tinggal di kampung tersebut, sebagian besar adalah tukang bangunan, buruh cuci, buruh tani yang bekerja di ladang atau sawah orang, atau menyewakan rumah untuk para pendatang.

Demi membantu kebutuhan sehari-hari, warga mulai melatih keterampilan pembuatan batik, menggunakan teknik batik tradisional dengan alat canting untuk menorehkan perintang warna dengan bahan yang disebut ā€˜malam’, yang berasal dari getah pohon, semacam lilin yang dicairkan.

Batik hasil kreasi warga Kampung Kreatif Dago Pojok Bandung, merupakan batik satu warna dasar, dengan motif hasil kebun dan sawah, yang masih ada di Kampung Kreatif Dago Pojok, dengan curug Dagonya. Tidak sedikit juga yang terispirasi dengan batu-batuan dan beragam jenis pohon-pohon bambu, yang masih ada dan tumbuh di kampung Kreatif Dago Pojok dengan kondisi tanahnya yang berbukit dan masih terdapat sumber air diantara tanah-tanah tersebut.

Sebagai bentuk pelestarian batik dari warga Dago Pojok, Hotel De Paviljoen Bandung merangkul warga Dago Pojok untuk menggelar pameran Batik Kampung Kreatif Dago Pojok  pada bulan Oktober hingga Februari 2024.

ā€œPameran batik kali ini merupakan cara kami memperkenalkan Kampung Kreatif Dago Pojok kepada Masyarakat Kota Bandung. Kami berharap, Pameran Karya Seni ini mampu membangkitkan kembali semangat para seniman dimanapun, terutama di Kota Bandung,” Ujar Ria, Marcomm Hotel De Paviljoen Bandung.

Hari Buruh dan Sejarahnya di Indonesia

Hari Buruh atau yang sering dikenal dengan istilah May Day, merupakan hari yang diperingati setiap tanggal 1 Mei di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Peringatan ini bertujuan untuk menghormati dan mengingat perjuangan para buruh dalam memperjuangkan hak-haknya, seperti jam kerja yang lebih manusiawi, kondisi kerja yang lebih baik, dan upah yang layak.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari konteks perjuangan buruh secara global. Peringatan ini bermula dari peristiwa di Haymarket, Chicago, Amerika Serikat, pada tanggal 4 Mei 1886, yang berujung pada bentrokan antara buruh yang mogok dengan polisi. Dari peristiwa ini, gerakan buruh semakin menguat dan mendapatkan dukungan internasional. Dalam Kongres Sosialis Kedua yang diadakan di Paris pada tahun 1889, diputuskan untuk memperingati 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan buruh di Amerika Serikat.

Di Indonesia, peringatan Hari Buruh mulai mendapatkan perhatian pada awal abad ke-20, ketika gerakan buruh dan organisasi pekerja mulai terbentuk dan berkembang. Namun, momentum peringatan Hari Buruh sebagai hari libur nasional baru secara resmi ditetapkan setelah era reformasi, tepatnya pada tahun 1999, sebagai respons terhadap tuntutan para buruh dan serikat pekerja yang meminta pengakuan dan perlindungan lebih dari pemerintah.

Sejak itu, setiap tanggal 1 Mei, para buruh di Indonesia mengadakan aksi unjuk rasa dan kegiatan lainnya untuk menyuarakan hak-hak mereka, seperti peningkatan upah minimum, jaminan sosial, dan kondisi kerja yang lebih baik. Hari Buruh menjadi simbol perjuangan dan solidaritas buruh dalam menuntut kesejahteraan dan keadilan sosial.

Jelajah Pasta Pilihan yang Mendunia

Pasta merupakan salah satu makanan paling populer dan dicintai di seluruh dunia. Dengan berbagai bentuk, ukuran, dan resep, pasta telah menjadi bagian penting dari banyak tradisi kuliner. Berikut adalah lima fakta menarik tentang aneka pasta yang mungkin belum Anda ketahui.

  1. Asal-usul Pasta: Meski sering dikaitkan dengan Italia, bukti sejarah menunjukkan bahwa pasta mungkin telah ada di berbagai bentuk di berbagai belahan dunia, termasuk di Cina kuno. Namun, Italia telah memainkan peran penting dalam mempopulerkan pasta di seluruh dunia dan mengembangkan berbagai varian pasta yang kita kenal hari ini.
  2. Jenis Pasta: Ada lebih dari 600 jenis pasta yang dikenal, masing-masing dengan bentuk dan nama yang unik. Dari spaghetti, fettuccine, penne, hingga lasagna, setiap jenis pasta dirancang untuk saus tertentu atau jenis masakan.
  3. Bahan Dasar Pasta: Sebagian besar pasta tradisional Italia dibuat dari semolina, yang merupakan tepung durum wheat. Ini memberikan tekstur yang lebih keras dan lebih cocok untuk menggigit dibandingkan dengan pasta yang dibuat dari tepung terigu biasa.
  4. Pasta Sehat: Pasta bisa menjadi bagian dari diet sehat. Pasta gandum utuh khususnya kaya akan serat dan nutrisi penting lainnya. Namun, penting untuk memperhatikan ukuran porsi dan jenis saus yang digunakan.
  5. Al Dente: Istilah “al dente” berasal dari Italia yang berarti “ke gigi”. Ini mengacu pada tekstur pasta yang ideal – cukup empuk untuk mudah digigit tetapi masih sedikit keras.

Dari fakta-fakta di atas, jelas bahwa pasta bukan hanya makanan lezat, tapi juga memiliki sejarah dan budaya yang kaya.

Tomahawk, Steak Legendaris yang Kaya akan Rasa

1 kg Tomahawk

Tomahawk steak merupakan pilihan populer bagi para pencinta daging, terkenal dengan penampilannya yang unik dan rasa yang kaya. Berikut adalah lima fakta menarik tentang tomahawk steak:

  1. Asal Usul Nama: Tomahawk steak mendapat namanya dari bentuk tulang rusuknya yang panjang dan memanjang, mirip dengan tomahawk, kapak tradisional yang digunakan oleh suku asli Amerika. Bentuk tulang yang khas ini tidak hanya menambah nilai estetika pada penyajian tapi juga berfungsi sebagai pegangan saat memasak steak.
  2. Potongan Premium: Tomahawk adalah potongan daging dari bagian ribeye yang masih menyatu dengan tulang rusuk. Bagian daging ini terkenal karena teksturnya yang lembut dan marmernya yang tinggi, yang memberikan rasa juiciness dan kelezatan yang khas. Karena proses pemotongan dan penyajiannya yang unik, tomahawk steak sering dianggap sebagai salah satu potongan daging premium.
  3. Cara Memasak: Untuk mendapatkan rasa terbaik dari tomahawk steak, memasak dengan metode reverse sear adalah pilihan yang populer. Metode ini melibatkan proses memasak daging pada suhu rendah di oven atau smoker terlebih dahulu, kemudian diakhiri dengan searing cepat pada suhu tinggi di atas panggangan atau wajan untuk menciptakan lapisan luar yang garing dan berwarna keemasan.
  4. Berat dan Ukuran: Tomahawk steak terkenal dengan ukurannya yang besar, biasanya beratnya berkisar antara 1 hingga 2 kilogram. Ukuran yang besar ini menjadikannya pilihan yang sempurna untuk dibagi bersama, menjadikannya pilihan populer untuk acara khusus atau perayaan.
  5. Nilai Nutrisi: Seperti daging sapi pada umumnya, tomahawk steak kaya akan protein dan zat besi, serta vitamin B12 yang penting untuk kesehatan darah dan saraf. Namun, karena kandungan lemaknya yang tinggi, penting untuk mengonsumsinya dengan bijak sebagai bagian dari diet yang seimbang.

Tomahawk steak tidak hanya menawarkan pengalaman rasa yang luar biasa tetapi juga pengalaman visual dan tekstural yang unik saat disajikan. Bagi pecinta daging, mencoba tomahawk steak bisa menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Warisan Budaya Takbenda : Ragam Batik Tradisional Jawa Timur

Hotel De Paviljoen Bandung bersama para seniman muda Universitas Adi Buana, Surabaya, menggelar pameran karya seni Batik Jawa Timuran.

Warisan Budaya Takbenda Indonesia, yang merupakan warisan dari para leluhur, yang berupa seperti Wayang, Batik, Keris, Reog Ponorogo, lagu daerah dan budaya takbenda lainnya, termasuk masakan dan makanan khas daerah, ini perlu mendapatkan perlindungan terutama di tingkat nasional, dalam bentuk pelestarian. Perlindungan warisan budaya takbenda menjadi hal yang sangat penting demi menjaganya dari claim sepihak dari negara lain.

Salah satu bentuk pelestarian, dengan mewariskan pengetahuan dan keterampilan secara terus menerus, dari generasi ke generasi, adalah melalui program di perguruan tinggi yang menekuni bidang seni yaitu dengan mengajarkan pada para mahasiswa seni rupa, teknik membatik tradisional dengan menggunakan alat batik canting dan cap dengan pewarnaan yang masih berasal dari konsep tradisi.

Sebagai bentuk pelestarian lainnya, Hotel De Paviljoen Bandung merangkul Universitas Adi Buana, Surabaya untukĀ menggelar pameran Batik Jawa Timuran Ā pada bulan Maret hingga Mei 2024.

ā€œPameran batik kali ini merupakan cara kami memperkenalkan kepada masyarakat tentang salah satu warisan takbenda yang ada di Indonesia, bukan lagi dari Bandung, Jawa Barat, akan tetapi dari Jawa Timurā€œ

Ria, Marcomm Hotel De Paviljoen Bandung.

Hotel De Paviljoen Bandung mendapat kehormatan untuk mengenalkan karya seni dari para seniman muda Jawa Timur dan akan bekerjasama dengan seniman muda Kota Bandung di kemudian hari.

ā€œSemoga, Pameran Karya Seni ini mampu membangkitkan kembali semangat para seniman dimanapun, terutama di Kota Bandung,” tutupnya.

Table Manner Program

Manners are the key to a successful society. Remember, good table manners show that you have respect for yourself and others.

Mengikuti kelas table manner tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri Anda saat berada di meja makan, tetapi juga membuka berbagai manfaat yang mempengaruhi aspek kehidupan sosial dan profesional. Berikut adalah lima manfaat utama dari mengikuti kelas table manner:

Pertama, peningkatan etiket sosial. Mengikuti kelas table manner membantu Anda memahami etiket makan yang berlaku secara universal, termasuk cara menggunakan alat makan, bagaimana bertingkah laku di meja makan, dan etiket saat menghadiri acara formal. Keterampilan ini meningkatkan kemampuan sosialisasi Anda dan membuat Anda lebih percaya diri dalam berbagai situasi sosial.

Kedua, peningkatan kesan profesional. Dalam dunia bisnis, makan malam bisnis dan pertemuan di meja makan adalah hal yang umum. Memiliki keterampilan table manner yang baik menunjukkan profesionalisme dan dapat meninggalkan kesan positif pada kolega, klien, atau atasan Anda. Ini bisa berpengaruh besar terhadap karier dan kesuksesan profesional Anda.

Ketiga, memperkaya pengetahuan budaya. Mengikuti kelas table manner seringkali tidak hanya fokus pada satu budaya saja, tetapi juga mengajarkan etiket makan dari berbagai budaya. Hal ini memperkaya pengetahuan Anda dan mempersiapkan Anda untuk situasi di mana Anda harus berinteraksi dengan individu dari latar belakang budaya yang berbeda, meningkatkan sensitivitas dan adaptasi budaya Anda.

Keempat, meningkatkan keterampilan komunikasi. Kelas table manner sering mengajarkan pentingnya komunikasi non-verbal di meja makan, seperti kontak mata, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh. Menguasai aspek-aspek ini dapat meningkatkan kemampuan komunikasi Anda secara keseluruhan, yang bermanfaat dalam semua aspek kehidupan.

Kelima, memberikan pengalaman makan yang lebih menyenangkan. Dengan menguasai table manner, Anda bisa lebih menikmati makanan dan pengalaman bersantap, baik itu di rumah, di restoran, atau dalam acara khusus. Anda menjadi lebih sadar tentang etiket, yang memungkinkan Anda untuk lebih fokus pada makanan dan percakapan, membuat pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan dan memuaskan.

Secara keseluruhan, mengikuti kelas table manner merupakan investasi yang berharga untuk pengembangan pribadi dan profesional.

Manfaat-manfaat di atas adalah bukti bahwa keterampilan ini penting tidak hanya untuk situasi makan bersama, tetapi juga dalam membangun hubungan interpersonal yang kuat dalam berbagai aspek kehidupan.

Info & Reservasi :
Chyntia – 0895-3523-42275

Kekasih dalam Perspektif Seni Rupa

Hotel De Paviljoen Bandung kembali mengadakan Pameran Karya Seni. Lebih dari duapuluh seniman Kota Bandung turut ambil bagian.

Bandung merupakan kota yang ditumbuhkan oleh kesadaran pikiran dengan citra estetik. Begitu juga kecintaan warganya pada Kota Bandung tidak hanya sebatas geografi. Namun ada nilai-nilai kehidupan yang bermakna “kekasih” sebagai jiwa yang tumbuh didalam kehidupan “berkota”. Kali ini, para seniman Bandung mencoba mengajukan sebuah Kredo tentang “Kekasih dalam Perspektif Seni Rupa” sebagai bahan diskursus seni di bidang cinta-kasih pada sesama mahluk hidup.

Pada Pembukaan Pameran Karya Seni yang berlangsung pada tanggal 17 Februari lalu dan diskusi seni pada tanggal 18 Februari, Hotel De Paviljoen Bandung diberikan kehormatan untuk mengenalkan karya seni dari para seniman Kota Bandung yang sempat tidak mampu bergerak akibat pandemi.

Pameran Karya Seni yang akan berlangsung selama 2 bulan ini dibuka dengan doa mendalam dari Bapak H. Tedy Rusmawan, AT., M.M selaku Ketua DPRD Kota Bandung dan Bapak Umar yang merupakan tokoh seniman Bandung.

ā€œKota Bandung memiliki berbagai kegiatan seni, kegiatan ini menjadi bagiannya. Semoga kegiatan ini dapat menjadi kegiatan yang sukses dan berkah untuk setiap seniman yang ambil bagian di dalamnya.ā€ Ungkap Bapak Ketua DPRD Kota Bandung.

Selain pameran, Hotel De Paviljoen Bandung beserta Art Braga dan Kurator, Bapak Rahmat Jabaril juga mempersiapkan beberapa workshop eksperimen seni yang akan disampaikan setiap akhir pekan, mulai dari bulan Maret mendatang. ā€œSeni di Kota Bandung pasti bisa seperti dulu. Semoga Pameran Karya Seni ini mampu membangkitkan kembali semangat para seniman di Kota Bandungā€ Ujar Kang Umar kepada seniman Kota Bandung.

Hotel De Paviljoen Bandung ingin memberikan kontribusi kepada Kota Bandung untuk mengingat dan membudidayakan  budaya yang ada di Kota Bandung.

Sukacita Hari Jadi Ke-6 Tahun Hotel De Paviljoen Bandung

Hotel De Paviljoen Bandung menyambut pertambahan usia dengan berbagai kegiatan,mulai dari donor darah, bersih-bersih, hingga berbagi dengan Panti Asuhan.

Pada pertambahan usia yang jatuh pada tanggal 30 November 2022 lalu, Hotel De Paviljoen Bandung mengajak kita menjadi semakin bersyukur untuk setiap hal yang kita alami ditengah pandemi ini. Beberapa kegiatan telah dilakukan, salah satunya adalah kegiatan donor darah bersama tamu dan warga, yang telah terlaksana pada tanggal 21 November lalu. Setiap partisipasi sangat diapresiasi oleh setiap pihak.

Selain itu, Hotel De Paviljoen Bandung juga mengadakan kegiatan DPB Cleaning Day dengan harapan, bisa mengajak masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan tidak hanya di area terdekat kita tapi area dimana kita berada. Tidak hanya itu, ada pula kegiatan DPB Berbagi. Kegiatan ini mengajak karyawan mengumpulkan barang-barang layak pakai untuk disumbangkan bersama santunan dari manajemen Hotel De Paviljoen Bandung.

ā€œKami bersyukur, sukacita pertambahan usia ini bisa kami bagikan tidak hanya dengan karyawan, akan tetapi dengan semua Ā yang telah mendukung dan mendoakan perjalanan kami selama 6 tahun iniā€ Ujar Manajemen Hotel De Paviljoen Bandung.

De Paviljoen Bandung
General Staff Meeting Funtastic 6th Anniversary Hotel De Paviljoen Bandung

Hotel De Paviljoen Bandung ingin mengingat bahwa perjalanan selama satu tahun ini tidak bisa berhasil ditempuh tanpa dukungan sekitar dan berharap bisa lebih bersemangat menyambut tahun 2023 yang akan segera datang.

Gift & Specialty Shops

pic-fo

Factory Outlets

Visiting Bandung will never be the same without shopping in the famous Bandung Factory Outlet (FO). Factory outlets sell clothes for all ages: men, women and children in one store. Most of the factory outlets are scattered in Dago (Ir. H. Djuanda) street and Riau (L.L.R.E. Martadinata) street until Aceh street. Although these streets are adjacent, it is still a big area for you to wander around. You can also find Bandung FO in upper Sukajadi street until Setiabudhi street. More fashionable people like to go to Rumah Mode in Setiabudhi street. Nowadays, there are many factory outlets opened nearby.
Setiabudhi street is the main road to go to Lembang, or going down the street you will enter Cihampelas street. Cihampelas is famous for its jeans stores. You can find many things made of jeans here.

pic-souvenir

Souvenir Shops

Sin Sin. The location of this shop is at the first Bandung shopping arcade, Braga street. Sin Sin has been in souvenir business for a long time. It is always well known for selling high quality souvenirs. There are many kinds of souvenirs here: wooden statue, wooden carved name plate, paintings, silver products, wayang (Indonesian puppet), angklung, etc. Alternatively, there is a seller on the pedestrian walk in Braga street who also sells Sundanese souvenirs, but of course with lower quality.
Cupumanik at H. Akbar street, across Bandung railway station. The location is convenient if you come by train. It sells wayang golek (Sundanese puppet) among other souvenirs.
Souvenir Shop 39, Souvenir Shop 39 is one of the oldest gift shops in Bandung and sells a treasure trove of uniquely Indonesian gifts and novelties. The location is on the right side of Cihampelas street, after the crowded jeans factory outlets, near the Pasupati flyover.

pic-pasar-baru

Pasar Baru Trade Center

Add flavor to your Bandung shopping experience by visiting Pasar Baru Bandung. Pasar Baru is a trade centre where we can find lots of things such as various types of fabrics, modern party dresses, traditional beautiful kebaya. clothes for baby, children, men and ladies: casual and moslem clothes, bags, shoes, ladies accessories, bed sheets, wedding accesories, both for traditional Sundanese and European bride and groom, and souvenirs from Mecca. The quality of the goods vary, but, if you have good eyes you can find high quality goods there.
For more information, kindly visit http://www.pasarbarutradecenter.co.id/

pic-cibaduyut

Industri Sepatu Cibaduyut

Shop at the famous shoe shopping in Bandung City, Cibaduyut Region. This area is already developed and is known for a long time. Not only in Bandung, the area is also well known to the outside of the city. Some employers even had time to get orders from abroad. This illustrates the quality of shoes Cibaduyut equivalent products of other nations. In addition to footwear products, Cibaduyut Region is also famous for leather products, such as jackets, bags, belts, and other types of accessories.
Shoes made Cibaduyut actually been widely used in various circles. Only, if you wear the label “Made in Cibaduyut”, hardly a lot of takers. Consumers prefer shoes with foreign brands that sound more trendy and up to date. In fact, the shoes with the famous brand in reality, many are made here.

Sights & Landmarks

pic-braga-street

Braga Street

Braga Street or Jalan Braga is a small street in the center of Bandung, which was famous in the 1920s as a promenade street. Chic cafes, boutiques and restaurants with European ambiance along the street had made the city to attain the Paris of Java nickname. The street starts from a T-junction with the Asia-Afrika (or De Groote Postweg during the colonial time) to the north until the city council (balaikota), which was formerly a coffee warehouse.

pic-gedung-sate

Gedung Sate

Gedung Sate is a public building in Bandung. It was designed by Dutch architect J. Gerber to be the seat of the Dutch East Indies department of Transport, Public Works & Water Management; the building was completed in 1920. Today, the building serves as the seat of the governor of the province of West Java. Its common name, Gedung sate, is a nickname that translates literally from Indonesian to ‘satay building’, which is a reference to the shape of the building’s central pinnacle – which resemble the shape of one of the Indonesian traditional dish called satay.

pic-alun-alun-bandung

Alun-Alun Bandung

Alun-alun Bandung or city square of Bandung. Alun-alun is the classical central core of the democratic city in Indonesia, since the 15th century. It is typically a square of grass field with 4 sides are the city major residence, pendopo (a place to meet between citizens and the government), a mosque and a prison. In Alun-alun Bandung, The Grand Mosque is still visible, though it has been renovated 7 times. Now, it has undergone a major renovation and expansion with two 81 m high minarets and a Taj Mahal interior design. The Pendopo is also still there, behind a high wall. The prison has been transformed into a mall with one block is preserved as a museum, a cell block where Soekarno, the first president of Indonesia, spent some time in there. The major transition is that now alun-alun serves as an entertainment park, where shopping mall buildings are surrounding the square.